Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Visit Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Visit Bali. Tampilkan semua postingan

Pura Ulun Danu Beratan

Kali ini aku mau share destinasi wisata yang paling sering aku kunjungi selama tinggal di Buleleng. Kenapa paling sering? Ya karena itungannya terdekat dan selalu lewat tiap kali mau ke Denpasar hehe... Udah lima kali kesini tapi ya gak bosen-bosen kok. Udah pada tau kan ya Pura ini merupakan ikon di uang 50 ribu dari negara Indonesia kita tercinta, cuma tiap kali kesana mau nyocokin angle-nya susah banget biar dapet foto yang sama haha... kurang kerjaan (ok, skip!).



Masih di area Bedugul yang dingin-dingin manja, jarak tempuh dari Denpasar pun gak jauh beda dengan Sarang Burung Photo Spot sekitar 2 jam-an kalo lancar jaya, jadi harus siapin fisik ya kalo mau ke sini dari Denpasar.
Dilarang masuk, tapi kalo foto di depannya boleh kok. Kalo mau foto yang tertib ya, banyak pengunjung lain yang mau foto juga jadi harus mau antri


Gak cuma menikmati view Pura ditepi danau aja, di sana ada persewaan kapal, bebek air sama speed boat buat mereka yang mau keliling danau (tapi gabisa kalo pake bebek air ya). Kayanya emang seru ya, tapi gak ada satupun yang aku coba. Why? Karena menurut pengalaman orang lain (Akungnya Nduk Kecil) naik bebek air itu susah ngayuh sama ngendaliinnya, berat gitu. Apalagi kalo ombak di danaunya lagi agak kenceng.Bebeknya bakal melipir mulu kepinggiran, sampe kepentok bebatuan. Sandal akung dulu sampe putus loh :D Trus kalo speed boat kenapa gak dicobai? Liat dari darat aja udah mabok rasanya, haha...
Itu dia Akung,Uti sama Nduk Kecil naik Bebek Air

Selain itu ada juga play ground buat anak-anak. Ini yang aku suka, karena bawa anak kecil itu harus pinter jaga mood biar selalu good dan play ground ini salah satu pendukungnya. Isinya ada ayunan, pelosotan sama mainan-mainan ala di TK gitu. Yang jadi masalah tu kalo pas rame, rebutan daaah sama anak pengunjung lain *huft. Alternatif lain kita bisa jalan-jalan santai di sekitar taman yang lumayan luas dan udah mulai dipercantik sama tanaman dan patung-patung. Jadi ke sini gak bakal boring deh *wink

Jangan lupa mampir di toko souvenir yang berjejer rapi di sekitar pintu masuk Pura. Ada baju, mukena, sandal, sampe aksesoris kecil-kecil gitu khas Bali. Soal harga... namanya juga di tempat wisata, pandai-pandailah menawar (tapi inget nawarnya yang manusiawi ya). Disini enaknya punya suami yang udah cas cis cus ngomong bahasa Bali, kalo belanja di tempat begini sering dapet murah karena nawarnya pake Bahasa Bali, hihi... Mai belanja dini semeton! 
Cocok buat jalan-jalan bareng keluarga

Apalagi berdua hihii

Tips nih kalo main kesini:
❤ Jadilah pengunjung yang budiman. Pura ini merupakan tempat sakral bagi Umat Hindu, jadi jangan sembrono. Patuhi peringatan yang ada di sini ya, misalnya: wanita haid dilarang masuk lewat pintu utama atau semua pengunjung dilarang masuk ke area sembahyang. Saling menghargai dan menghormati itu indah lho gaes :)
❤Sedia payung karena cuaca di sini banyakan mendung, berkabut bahkan hujan (ini sih pengalaman pribadi sebenernya, entahlah tiap ke sana jarang ngepasin cerah ceria gitu)
❤Bawa sun block. Ini penting, karena kalo pas cuaca cerah itu kadang bikin zonk. Kenapa? Karena suhu di sini dingin, dan tanpa sadar kita lagi terpapar matahari yang panas. Hasilnya apa anak-anak? (berasa guru TK deh). GOSONG. Dan tips ini gak berlaku buat gak-takut-item club.
❤ Yang bawa balita ke sini bolehlah stroller-nya dibawa atau minimal bawa gendongan deh, karena areanya luas bisa bikin encok juga kalo si kecil minta gendong. Kecuali balitanya kayak Nduk Kecil, kuat jalan jauh dan malah kegirangan bisa lari-lari hehe...

Tiket masuk: 20.000/ orang
Parkir mobil: 5.000
Bebek Air: 30.000/ dua orang


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Poto Spot "Sarang Burung"

Dulu waktu awal-awal pindah ke Buleleng pinginnya main ke Badung terus. Mungkin karena belum adaptasi kali ya, trus juga di Buleleng agak susah kalo mau jalan-jalan, gak kaya di Badung atau Denpasar. Tapi plus nya tuh tiap perjalanan ke Bali Selatan (Denpasar atau Badung) bisa mampir-mampir main ke tempat wisata sepanjang perjalanan Buleleng-Denpasar. Misalnya mampir ke spot foto di daerah Bedugul ini. Namanya Sarang Burung, dinamai gitu karena salah satu tema buat fotonya bentuknya kaya sarang burung gitu. Sebenarnya di banyak lho spot foto model begini, banyak banget. Tinggal pilih aja mau yang kaya gimana, yang bentuk ayunan, lope-lope, hammock ala-ala, sampai yang gak jelas pun ada. Tinggal pilih deh pokoknya.



Sedikit tips nih, kalo pas cari spot foto jangan cepet tergiur buat langsung foto di lokasi pertama yang kamu temuin ya. Jalan terus aja dulu, tar juga banyak. Soalnya biasanya kalo spot terdekat sama jalan utama itu rame dan harus ngantri. Kaya aku dulu nih, dapet sepi dan murah walopun agak jauhan nyarinya. Tapi tetep kece kan? malah dapet view danau Tamblingan sekeren itu segala.

Kalo mau ke sini dan kamu dari Bandara Ngurah Rai, ikuti aja rute Denpasar-Buleleng. Sampe di Bedugul naik terus dan sampailah di lokasi ini. Yang penting jangan sampai kebablasan sampe Git-Git ya, bisa berabe ntar hehee... Dan waktu tempuh normalnya 2.5 sampai 3 jam-an lah. Track-nya mulus dan menyenangkan kok, beda cerita sih kalo kamu terusin sampe ke Buleleng nya...
Kayanya sih ceria bergembira, padahal deg-degan takut ketinggian, LOL.

Tips kalo main kesini:
Pertama, hati-hati dan tetep waspada, jangan karena keasyikan foto trus meleng. Spot kaya gini biasanya di tempat tinggi, resikonya ya jatuh.
Kedua, karena aku bawa balita jadi aku gendong terus. Biarlah gabisa selfie kece yang penting semua selamat dan gembira.
Ketiga: kalo habis foto-foto terus laper, tinggal pesen aja di warung deket spot ini. Makannya di bale bengong dan dapet view danau dari ketinggian. Mantul pokoknya!
Keempat: soal poin ketiga diatas, buat para Muslim pastiin ya menu yang tersedia halal. Ada beberapa warung yang cuma nyediain sate babi. Jadi ya mohon diingat aja yaah :)

Nah ini dia sedikit info soal spot foto ini:
Tiket: 10.000/ orang
Parkir mobil: 5.000
Parkir Motor: 2.000

*catatan: info ini berdasarkan pengalaman pribadi ya, jadi kalau ada update harga mohon atau info tidak sesuai dengan keadaan sekarang, mon maap ye :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Exploring Western Part of Bali

"The world is a book and those who do not travel only read one page". 
(St Augustine) 

After posting the article about my trip from years ago, this time I'll share my latest trip to Western part of Bali Island. That place is  well-known as Menjangan Island, a small island in West Bali National Park. I have planned to visit this place long time ago with my great travel partners (hubby and my Nduk Kecil), but we haven't found the right time to get there. Once we had a long holiday we decided to take a trip to East Java (I'm gonna share this one too as soon as possible). 

We visited Menjangan Island on Eidul Adha day, we had no plan to go somewhere. But the previous day my hubby called me and asked me, "Do you agree if we go to Menjangan tomorrow after Eid prayer?" well it was just a rhetorical question, crystal clearly my answer would always be YES if it's about traveling, hehee... Actually it was my hubby's co-workers' idea, he asked some of the employees and I had no idea why my hubby asked me to join them. Later, I remembered it was my hubby's birthday. I swear I never forget about it but I didn't know how could I forget it this year? 

On the D day, we went to the city park to join the prayer but unfortunately we were late and we couldn't join the prayer *sigh*. We went home, had our breakfast and waited for the confirmation from hubby's co-workers. It has already 10 am when my hubby said he'd better to take a nap, well I had nothing to say. I hadn't prepared anything though. Then the message we were waiting for finally arrived. So I packed the bags and left. 




It took more or less 2 hours to reach the area of Menjangan, and it was too windy there. After taking care of the boat fee, snorkeling equipment, local guide and ticket, we crossed the sea for about 30 minutes and arrived in the snorkeling spot. The view was really good, we also had passed Pasir Putih beach (this one could be the spot to enjoy the beach for those who didn't visit Menjangan Island) and I could see the Menjangan Island from a distance. I even could see some Menjangan (a kind of deer) from the island near the snorkeling spot. The men jumped into the water to enjoy the view under the surface, but I just sat on the boat because I had to take care of my daughter. Hopefully we could visit this place again when she could join the snorkeling. And the worst part began, the boat was shaken by the wave and I began to get seasick. All I could do was lying down and hoping the men could end the snorkeling as soon as possible. Fortunately my hubby was always be ready to take care of our cutie pie. My suffering from seasick ended as soon as we continued the trip to reach the island. Oh, Thank God my vacation could be saved... 


In Menjangan Island we could enjoy the white sand beach and watched many fishes under the quay. The fishes were so beautiful and colorful, my Nduk Kecil and I were so happy and mesmerized  /^_^/




We left the island at 5 pm, and we continued to enjoy the sunset of Western Bali in Bali Tower Bistro. It was just 10 minutes to get there. And that place was really cool and great, but I was told that to enjoy the sunset or the view there we have to order the menu. And the price is a 'lil bit too much (it costed Idr. 50k for a medium glass of smoothies) wow! But I think it's worth it, the place was good, cozy and nice even the toilet was really clean and smelled good. 








To get the best view we had to go to the tower. It was really high and I wasn't dare to be there too long. Moreover my daughter was too excited and jumped here and there. I wonder how she wasn't afraid at all? 

Little Explorer 
We were finally back to Singaraja after dark and got there around 9 pm. It was a long,  tiring day but we were satisfied. So the best part of that day was: my Nduk Kecil was really happy and enjoyed the trip, and the worst part was: she started having fever when we arrived home (T_T). As I said before, this trip was unplanned so I didn't have time to search the reference about the destination. It was too windy especially when we were on the boat for more than an hour, and I didn't bring her jacket. I just covered her with a cloth and my scarf. 

But hey, even though she had fever she couldn't stop to talk about the boat, the sea, the deer and the fishes until the following day! She was happy and excited when talking about it. So I guess the fever was just the "price" to get the precious experience, hehee... That is why I am so glad to have great traveling partners like my daughter and my hubby. Stay healthy and I love you. Oh, happy birthday my hubby. God is really cool and kind, even though I forgot but we could celebrate it together in a good place :) 

PS: here is the price to rent the boat, snorkeling equipment and local guide. FYI. 
Local Ticket: IDR. 30.000/ person
Insurance: IDR. 4.000/ person
Boat: IDR. 525.000/ pack
Local Guide: IDR. 250.000/ pack
Snorkeling Equipment: IDR. 40.000/ set
Rescue: IDR. 5.000/ pack
Parking and Shower: IDR.  5.000/ pack

Note:
✔ For diving max. 6 persons (6 hours) 
✔ For snorkeling max. 10 persons (4 hours)
✔ For 3 times diving max. 4 persons 
If you need the contact person, please leave the comment :) 


Menjangan Island, August 22nd 2018

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS